Friday, 30 September 2016

Cerpen Udi Berusaha Jujur

UDI BERUSAHA JUJUR


      Hari Pada suatu , udin ikut bapaknya mengembala kambing di padang rumput. Kambing-kambing itu makan dengan lahap. Setelah sore, mereka pun pulang.

Udin berjalan disamping bapaknya sambil menghalau kambing. Sambil berjalan, mereka berpikir. Bapak udi memikirkan tentang bagusnya cuaca hari ini. Cuaca hari ini tidak panas dan tidak hujan, kambing-kambing pun memperoleh rumput yang segar.

Sementara itu, udi berpikiran lain.
‘’Pak, kemarin aku melihat seekor kelinci berwarna hijau sedang terbang. Kelinci itu besar sekali, kira-kira sebesar gajah.’’
‘’Benarkah yang kamu liat ?’’ tanya bapaknya
‘’Benar pak sungguh! Aku tidak bohong !’’
‘’Syukurlah kalau kamu tidak bohong. Soalnya, sebentar lagi kita akan menyeberangi sebuah jembatan yang aneh. Jembatan itu akan patah dua jika dilalui oleh seorang pembohong’’

Udi diam saja, id jadi merasa takut karena sebenarnya ia telah berbohong.
‘’Pak,tahu tidak,...Hmm... kelinci yang kulihat kemarin ternyata tidak terbang. Besarnya juga tidak sebesar gajah, hanya sebesar anak kuda’’ Kata Udi
‘’Sebesar anak kuda ?’’ tanya bapaknya

Sementara itu , mereka sudah berada dekat jembatan. Udi jadi semakin takut.
‘’Pak,pak,...Hmm... Kelinci hijau yang kulihat kemarin..hmm, kayaknya tidak sebesar anak kuda,deh.Ia sebesar kelinci biasa, tetapi berwarna hijau, benar-benar hijau.’’

Pak Udi tidak berkata-kata apa-apa, ia berjalan meniti jembatan. Udi berdiri termangu di ujung jembatan. Ia tak berani meniti jembatan itu, padahal bapaknya sudah sampai di seberang sungai.
‘’Pak,pak’’! Teriak Udi, ‘’ Kelinci yang kulihat kemarin tidak berwarna hijau,tetapi berwarna putih,’’ Lanjutnya


Setelah berkata begitu, Udi merasa tenang. Dengan langkah yang ringan, ia menuju jembatan tersebut.


Cipt :

Rahmazatul Jannah

No comments:
Write comments