SI
PENJUAL KORAN
Di ufuk timur, matahari belum tampak. Udara masih
terasa dingin. Alampun masih diselimuti embun pagi. Tiba-tiba datang seorang
anak sambil mengayuh sepedanya ditengah jalan yang masih lengang.
Siapakah anak itu ? terntaya ia adalah seorang
penjual koran. Ia mendatangi pelanggan-pelanggan setianya dari satu rumah ke
rumah lainnya. Begitulah pekerjaan setiap hari , semua itu dikerjakan dengan
ikhlas dan penuh dengan rasa tanggung jawab.
Pada saat ia mengayun sepedanya, ia menemukan sebuah
benda, benda itu adalah sebuah bungkusan plastik berwarna putih, sehingga
membuat dia jadi gemetaran dan takut melihat benda tersebut. Ia berfikir bahwa
benda itu adalah bom, Namun akhirnya ia mencoba membuka bungkusan itu, ternyata
dalam bungkusan itu ada uang dan perhiasan
‘’Milik siapa, ya ? ‘’ tanyanya dalam hati,
‘’Milik siapa, ya ? ‘’ tanyanya dalam hati,
Ia makin terperanjat lagi karena ada kartu kredit
didalamnya.
‘’Lho... inikan milik tetangga aku yang semalam rumah kemasukan maling’’
‘’Lho... inikan milik tetangga aku yang semalam rumah kemasukan maling’’
Karena pelarinya terburu-buru, bungkusan perhiasan
itu jatuh dan anak itu segera mengembalikan bungkusan itu kepada pemiliknya dan
ia menceritakan semua apa yang terjadi.
Karena dengan kejujurannya , ia dibantu oleh
tetangganya itu untuk memberikan modal kepadanya itu membuka kios dirumahnya.
Kini dia tidak lagi harus mengayuh sepedanya untuk menjajakan koran. Ia cukup
menunggu pembeli datang kerumahnya untuk berbelanja. Itulah akhir dari sebuah
kejujuran yang akan membawa kebahagian di kehidupan kelak.
Karya : Zahratul Jannah

No comments:
Write comments